Thumbnail
Soal Sampah di Pasar Rakyat RTH Kijang Mas Pelaihari, Masing-Masing Pihak: Saling Lempar Diterbitkan: 29 April 2026, 15.11 WITA
Kegiatan pasar rakyat yang rutin digelar setiap hari Minggu di RTH Kijang Mas Pelaihari kembali menjadi sorotan. Pasalnya, usai kegiatan berlangsung, area tersebut kerap dipenuhi sampah yang berserakan.

Kondisi ini memicu pertanyaan dari masyarakat mengenai siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kebersihan lokasi, baik itu pedagang, pengunjung, maupun pihak pengelola dari dinas terkait.

Salah seorang pedagang, Acil Ncef, mengaku dirinya sudah berupaya menjaga kebersihan dengan menyediakan tempat sampah sendiri di lapak jualannya. Ia juga memastikan sampah yang terkumpul dibuang ke tempat pembuangan yang telah disediakan.

“Kita punya bak sampah kecil sendiri. Setelah selesai berjualan, sampah langsung dibuang ke tempat sampah besar yang tersedia. Kalau sampah berserakan, itu biasanya karena pengunjung yang tidak membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, masih banyak pengunjung yang kurang disiplin dalam menjaga kebersihan. Bahkan, tidak sedikit yang meninggalkan sampah makanan dan minuman di area sekitar.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya. Ia menyebut para pedagang telah membayar retribusi kepada pengelola, yang mencakup sewa lapak sekaligus biaya kebersihan.

“Retribusi itu sudah termasuk kebersihan. Jadi kami merasa bukan kewajiban membersihkan seluruh area, karena sudah ada pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tanah Laut belum memberikan keterangan rinci. Perwakilan dinas menyampaikan bahwa pejabat terkait sedang berada di luar kota.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak pengelola terkait penanganan sampah yang kerap terjadi setiap usai kegiatan pasar rakyat tersebut.
Thumbnail
Parkir Liar di Jalan Kolonel Soepirman Dikeluhkan, Picu Kemacetan
29 April 2026, 00.51 WITA
Warga di Jalan Kolonel Soepirman, Pelaihari, mengeluhkan maraknya kendaraan roda empat yang parkir di tepi jalan hingga mengganggu arus lalu lintas. Kondisi ini disebut rutin terjadi setiap Minggu pagi, bertepatan dengan kegiatan Pasar Mingguan di kawasan RTH Kijang Mas. Salah satu warga menyebut, kemacetan hampir selalu terjadi akibat kendaraan pengunjung pasar yang parkir sembarangan di sepanjang badan jalan. Padahal, di lokasi tersebut telah terpasang rambu larangan parkir. “Setiap Minggu pagi pasti seperti ini. Banyak pengunjung pasar datang pakai mobil lalu parkir di pinggir jalan, akhirnya macet dan arus lalu lintas tersendat,” ujarnya, Minggu 26 April 2026. Selain itu, keluhan juga datang dari pedagang di kawasan RTH Kijang Mas. Mereka menyoroti praktik parkir sepeda motor yang dinilai tidak tertib. Salah satu pedagang mengungkapkan bahwa kondisi ini kerap terjadi setiap kegiatan pasar berlangsung. “Sering kali yang parkir tidak diberi karcis padahal berbayar. Lantas uang parkir itu masuk ke mana,” tegasnya. Warga berharap dinas terkait dapat meningkatkan pengawasan, khususnya pada jam-jam ramai. Selain itu, mereka juga mengusulkan adanya solusi jangka panjang berupa penyediaan lahan parkir khusus bagi pengunjung. “Kami berharap ada pengecekan rutin setiap Minggu pagi karena ini terus berulang. Kalau bisa disediakan parkir khusus mobil untuk pengunjung RTH Kijang Mas agar lebih tertib dan nyaman,” tambahnya. Sementara itu, Tedy dari Dinas Pehubungan Kabupaten Tanah Laut, menjelaskan bahwa di tempat tersebut, sebenarnya sudah ada rambu lalu lintas larangan untuk parkir. Sedangkan terhadap petugas parkir, ditegaskan oleh Tedy, akan mengambil langkah penggantian petugas bila tidak menjalan tugasnya dengan baik.




PELAIHARI POST
Independen untuk Keadilan Sosial